Aksi Nyata Modul 3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM YANG
BERDAMPAK PADA MURID
“Budaya Tiga Bahasa (Bu TiSa)”
Oleh :
HENDRO
MURWOTO,S.Pd
CGP ANGKATAN 4
SD Negeri 02 Gondangmanis
Kecamatan Karangpandan Kabupaten Karanganyar
A. PERISTIWA (FACT)
Rendahnya budaya berbahasa pada
peserta didik SD Negeri 02 Gondangmanis membawa dampak pada kegiatan
pembelajaran banyak faktor yang mendorong hal ini terjadi. Budaya membaca
semakin menurun oleh kehadiran Smartphone android.
Siswa mudah terpengaruh dengan gaya bahasa potongan – potongan tulisan dan
menonton video yang ada di sosial media, ini berpengaruh pada tutur kata atau
berbahasa peserta didik, sehingga hal ini mempengaruhi kegiatan pembelajaran.
Siswa menjadi kurang aktif dan kurang memahami kontendan maksud pembelajaran.
Program Budaya Tiga Bahasa adalah merupakan keterampilan penting yang
harus di miliki siswa. Sebagian proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan
kesadaran berbahasa yang baik ,kemampuan berbahasa meliputi seluruh
keterampilan berbahasa yaitu menyimak berbicara, membaca, dan menulis sehingga
dalam program berahasa ini sesuai dengan salah satu karakteristik dari 7
lingkungan yang menumbuh kembangkan kepemimpinan murid yaitu lingkungan yang
melatih keterampilan yang di butuhkan murid dalam proses pencapaian tujuan
akademik dan non akademik.
Yang dilakukan pada aksi nyata
berikut alasan mengapa melaksanakan aksi nyata?
Aksi nyata pengelolaan program
yang berdampak pada murid di maksudkan untuk mewujudkan kepemimpinan
murid, program ini di lakukan dengan harapan siswa siswi bisa menumbuhkan sikap
berani dalam dirinya, berani tampil dan mengekspresikan dirinya dan menghargai
seni dan budaya nasional dan bisa mengembangkan potensi atau bakat yang di
milikinya.
Aksi nyata ini di lakukan untuk
mewujudkan langkah pengelolaan program yang berdampak pada murid dengan
berbasis pemetaan aset sekolah menggunakan model BAGJA dan MELR Yang dilakukan
guna memastikan sebuah program yang berdampak pada murid. Sehingga bisa menjadi
langkah konkrit keterlibatan sebagai pemimpin dalam pengembangan sekolah.
Selain itu alasan utama dibalik
program ini adalah pada terwujudnya wellbeing siswa
atau student wellbeing dan
perkembangan siswa secara holistik, siswa yang bahagia. dan juga memiliki nilai
– nilai pribadi yang unggul, berbudaya serta memiliki karakter profil pelajar
pancasila.
Tujuan Utama melaksanakan aksi nyata ini adalah
sebagai berikut :
1.
Membangun
kesadaran murid akan pentingnya berbahasa yang baik untuk mendukung
pembelajaran yang efektif
2.
Mempertahankan
kebudayaan luhur, lokalitas, dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka
dalam berinteraksi dengan budaya lain
3.
Menjadikan
berbahasa yang baik sebagai budaya positif di sekolah
4.
Menumbuhkan
budi pekerti dan kepribadian yang baik pada murid
Hasil
Aksi Nyata yang dilakukan :
|
|
|
|
|
|
|
|
Dengan terlaksananya program ini
, maka program ini pada dasarnya di rancang untuk menjadi wadah berkreasi
dan berinovasi bagi siswa siswi menumbuhkan perilaku baik untuk tampil
dan juga mengedukasi siswa akan penitingnya budaya berbahasa. Siswa-siswi perlu
di perkenalkan betapa pentingnya kegiatan berbahasa yang baik yang dilakukan
sehingga sebagai generasi muda penerus bangsa akan selalu menjunjung budaya
yang mampu melestarikan budaya berbahasa yang baik. Di perlukan sebuah
pembiasaan yang menjadi sebuah budaya. Dengan pelaksanan kegiatan yang
rutin dan berkelajutan dari program ini maka dampak pada murid dalam hal
meningkatkan perilaku dan tutur kata yang baik serta jiwa kepemimpinan dan juga
kepedulian.
Hasil aksi nyata di SD Negeri 02
Gondangmanis ini menunjukan bahwa ada perkembangan dari waktu ke waktu mulai
dari hanya mengikuti tauladan guru dalam berbahasa waktu pembelajaran dan dipantau
oleh guru kelas sehingga menjadi budaya bagi murid – murid ketika berada di
sekolah dengan sendirinya melakukan aktivitas tersebut. Satu hal yang menjadi
saya bangga sebagai guru adalah peserta didik mampu meningkatkan kemampuan
pengetahuan akan kosa kata, membuat otak mereka bisa bekerja secara optimal,
menambah wawasan, mempertajam diri dalam menangkap informasi dari sumber bacaan
salah satu aksi nyata nya yaitu memiliki jiwa kepemimpinan karena dengan
keberanian penuh mampu menciptakan seorang pemimpin yang mampu berdiri di depan
dengan memaparkan visi misi sebagai calon ketua kelas.
Program Budaya Tiga Bahasa yang
di lakukan di SD Negeri 02 Gondangmanis di atas menunjukan bahwa kegiatan budaya
berbahasa yang baik tidak semata – mata di lakukan di dalam ruangan kelas saja
tapi bisa juga di lakukan di tempat lain . Diberikan kebebasan kepada peserta
didik untuk memilih sesuai dengan bakat dan minat peserta didik namun pada
kesempatan kali ini mereka melakukan kegiatan berbahasa dengan menggunakan IPAD
untuk lebih lengkap terkait kegiatan berbahasa di sekolah dengan demikian
apapun yang menjadi minat dan bakat peserta didik dapat di salurkan dengan baik
dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di lingkungan sekolah demi peningkatan potensi
peserta didik.
B.PERASAAN (FEELING)
Perasaan saat merencanakan aksi
nyata ini program yang berdampak pada murid ini adalah merasa tertantang
karena program ini harus menekankan pada aspek dampak langsung pada diri siswa
misalnya kepedulian aspek lain, literasi, keimanan, kedispilinan,dan aspek
lainnya yaitu kemampuan kepemimpinan bisa menjadi bekal siswa untuk kehidupan
yang lebih baik sebagai individu maupun anggota masyarakat.
Perasaan saat program ini
terlaksana perasaan bahagia dan juga optimis dengan pencapaian program dengan
pencapaian program yang sudah berjalan, terlaksananya program ini tidak
terlepas dari kolaborasi semua pemangku kepentingan terutama siswa yang sangat
antusias terlibat dalam program literasi ,guru piket dan wali kelas yang
mengkoordinir kegiatan. Saya pun bertambah antusias terlibat dalam program
literasi baik dari murid dan seluruh pemangku kepentingan di sekolah. Dengan
respon yang baik dari warga sekolah terutama murid membuat saya ingin terus
terlibat dalam pengelolaan program ini agar lebih baik lagi ke depannya dan
dengan harapan dapat terus berkelanjutan.
C.PEMBELAJARAN ( FINDING)
YANG DI DAPAT DARI PELAKSANAAN AKSI NYATA.
Pembelajaran yang di dapatkan
dari aksi nyata adalah terwujudnya kepemimpinan murid dalam literasi untuk
peningkatan minat bakat serta jiwa kepemimpinan, terwujudnya karakter
siswa yang memiliki pengetahuan dari sumber – sumber informasi yang diperoleh
dan menjadi siswa yang berani tampil dan mengekspresikan bakat maupun
potensinya pada akhirnya besar harapan saya bahwa program ini akan bisa
mewujudkan profil pelajar pancasila.
Dari aksi nyata ini saya
mendapatkan banyak pelajaran penting, yaitu bagiamana saya menyusun dan
mengelola sebuah program yang berdampak pada murid dengan pemetaan aset model
BAGJA. Selain itu saya menyadari pentingnya kolaborasi antar pemangku
kepentingan untuk suksesnya program ini. Saya juga belajar bahwa peran guru
tidak terbatas pada pembelajaran di dalam kelas sajanamun harus peduli dan ikut
terlibat dalam mengelola program yang berdampak pada murid .
D. PENERPAN KEDEPAN
(FUTURE) RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELKASANAAN DI MASA DEPAN
Recana
perbaikan ke depan yaitu lebih mengaktifkan kembali kegiatan
intrakurikuler di lingkungan sekolah untuk memberikan bimbingan dan menjadi
wadah pengembangan minat dan bakat anak selain itu kedepannya perlu pemberian
apresiasi berupa reward kepada
siswa yang memiliki prestasi akademik sebagai bentuk dukungan untuk menambah
semangat anak menampilkan kreatifitas dalam melakukan literasi. Selain itu
perlu peningkatan kolaborasi guru ,siswa dalam hal kegiatan literasi siswa
butuh pendampingan dan bimbingan dari guru piket dan wali kelas pada saat
melakukan kegiatan literasi agar program dapat berjalan sesuai apayang kita
inginkan.

.jpeg)


Komentar
Posting Komentar