LAPORAN
HASIL AKSI NYATA
MODUL
1.4 BUDAYA POSITIF
Hendro Murwoto, S.Pd
Calon Guru Penggerak 4 Kelas 037
SD Negeri 02 Karangpandan
Membangun
Budaya Positif Melalui Kesepakatan Kelas
A. Latar Belakang
Budaya positif di Sekolah adalah nilai-nilai,keyakinan-keyakinan,dan
kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada peserta didik agar peserta
didik dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan
bertanggung jawab serta menjadi kebiasaan bersama yang akan dilakukan dalam
waktu lama. Dikarenakan SD Negeri 02 Karangpandan adalah SD yang memiliki
jumlah peserta didik terbanyak di Kecamatan Karangpandan serta terletak di
pusat kota kecamatan, maka kebersihan lingkungan sekolah merupakan hal yang
sangat penting terlebih saat ini adalah masa pandemi sekolah harus selalu
memastikan anak tidak tertular penyakit yang diakibatkan oleh virus corona.
Anak- anak harus dididik untuk menjaga kebersihan diri baik dirumahnya sendiri
maupun lingkungan sekolah agar kondisi fisik dan mentalnya tetap terjaga dengan
baik. Kebersihan lingkungan kelas dan sekolah adalah bagian dari kesepakatan
kelas, di mana hal tersebut adalah budaya positif yang harus dijalankan dan selalu ditingkatkan.
Aksi nyata-budaya positif yang dilakukan oleh calon guru penggerak adalah Kebersihan
tempat tinggal dan lingkungan sekolah sehingga calon guru penggerak melakukan
aksi nyata yang sudah dilakukan dan disepakai oleh peserta didik dan guru
beserta seluruh warga sekolah.
B. Tujuan Aksi Nyata
Adapaun tujuan aksi nyata yang dilakukan calon guru penggerak yaitu:
- Kebersihan lingkungan sekolah adalah bagian dari kesepakatan kelas yang wajib dijalankan dan diterapkan oleh peserta didik dan guru serta seluruh warga sekolah
- Melatih kedisiplinan dan tanggung jawab siswa untuk senantiasa melakukan budaya positip yaitu kebersihan lingkungan
- Agar peserta didik, guru, dan seluruh warga sekolah mencintai lingkungan yang bersih dan indah, sehingga menimbulkan suasana sekolah yang menyenangkan dan sehat
- Agar menciptakan semangat belajar pada peserta didik dan terbiasa untuk meneerapkan pola hidup bersih.
C. Deskripsi Aksi Nyata
Calon guru
penggerak melihat situasi dan kondisi keadaan sekolah saat ini masih kondisi
pandemi dan kegiatan KBM diSD Negeri 02 Karangpandan dilaksanakan secara
terbatas hanya selama 6 jam pelajaran dalam sehari dan terbagi menjadi dua sesi
sehingga kesepakatan kelas yang dilaksakan menggunakan metode via Wa grup kelas
dan disepakati kembali dengan peserta didik- peserta didik kelas 2 dengan
metode tatap muka ( luring ), kemudian calon guru penggerak mengambil satu poin
kesepakatan yang dapat dilakukan saat ini adalah kebersihan lingkungan kelas
dan sekolah melalui analisis Inkuiry apresiatif model bagja.
Adapun
langkah-langkah aksi nyata yang dilakukan :
- Meminta izin dengan kepala sekolah
- Berkomunikasi dengan peserta didik untuk melaksanakan PTM Terbatas disekolah berdasarkan jadwal dan melakukan kegiatan kebersihan kelas
- Berkoordinasi dengan ketua pokja adiwiyata sekolah untuk melakukan rutinitas pokja,monitoring dan kebersihan biopori, drainase, dan penanganan limbah air
- Bekerjasama dengan seluruh warga sekolah serta masyarakat untuk kebersihan lingkungan didepan sekolah
D. Tolak Ukur Keberhasilan
1.
Peserta didik selalu menjalankan
kesepakatan kelas (piket kelas) setiap minggunya seminggu 1 kali sesuai jadwal
yang ditetapkan
2.
Lingkungan kelas dan lingkungan
sekolah tampak bersih dan rapi
3.
Terjalin komunikasi aktif antara
guru, peserta didik, seluruh warga sekolah dan masyarakat
E. Tantangan Kegiatan
1.
Karena saat ini masih dalam kondisi
masa pandemicmaka kegiatan KBM hanya dilaksanakan secara terbatas dan waktu
yang diberikan sangat minim untuk melakukan aksi nyata secara maksimal karena
ada juga peserta didik yang masih malas untuk melakukan PTM Terbatas
dikarenakan terlalu lamanya pembelajaran daring yang telah dilakukan dan ketika
melakukan aksi nyata calon guru penggerak membuat alternatif untuk menggantikan
peserta didik yang bisa hadir kesekolah dan mendapat persetujuan orang tua
2.
Jumlah rekan kerja yang membantu
kegiatan aksi nyata sedikit karena ada aturan dari Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan bahwa seluruh instansi baik ASN dan Non ASN melakukan WFH atau
bekerja dari rumah, namun sekolah melakukan kebijakan tetap melaksanakan piket
guru dengan jadwal yang ditentukan sehingga jumlah guru yang hadir setiap
harinya terbatas, dan calon guru penggerak berkolaborasi dengan rekan sejawat
yang piket pada hari tersebut saja.
F. Program Tindak Lanjut
Calon guru
penggerak akan membuat kesepakatan kelas bersama peserta didik yang baru disemester
depan ditahun ajaran baru 2022 - 2023, dengan metode baru melalui quisioner
google form dan didiskusikan baik via daring maupun tatap muka dan
berkolaborasi bersama rekan teman sejawat agar poin-poin kesepakatan kelas yang
dibuat mendukung program, visi dan misi sekolah serta khususnya visi peserta
didik impian.
G.
Hasil Aksi Nyata
Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah dan rekan sejawat
untuk meminta ijin dalam melaksanakan aksi nyata
1.
2. Membuat kesepakatan kelas melalui metode via WA group
kelas dan via tatap muka saat PTM Terbatas
3.
Mengkoordinir dan mengawasi peserta didik dalam
menjalankan poin kesepakatan kelas yaitu kebersihan kelas 5 dan lingkungan
sekolah
4.
Kegiatan kebersihan lingkungan sekitar bersama
masyarakat dilingkungan sekolah
5.
Komentar
Posting Komentar